Cloud Computing: The Next Big Thing

Posted by widi on Apr 28, 2011 | No Comments

Standard teknologi terbaru dari Cloud Computing telah menjadi bahasan utama dalam industri teknologi informasi pada dua tahun terakhir. Banyak perusahaan berusaha untuk mengadaptasi teknologi ini dan di sisi lain banyak investor yang masih mengeksplorasi teknologinya untuk membangun peluang bisnis baru. Tapi yang pertama harus dipahami adalah: Apa itu Cloud Computing dan bagaimana mengaplikasikannya ke dalam teknologi jaringan dan infrastruktur perusahaan. Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi komputasi melalui sentralisasi media penyimpanan, memory, proses dan bandwidth. Cloud Computing dapat dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu: Aplikasi, Platform dan Infrastruktur. “Masing-masing bagian memiliki peluang untuk menjadi layanan dengan fungsi dan produk yang berbeda bagi dunia bisnis dan individu di seluruh dunia” (www.wikinvest.com). “Cloud Computing hadir dengan fokus pemikiran hanya pada apa yang umumnya dibutuhkan oleh dunia IT yaitu: cara untuk meningkatkan kapasitas atau menambah kapabilitas sambil berjalan tanpa perlu mengeluarkan investasi untuk infrastruktur baru, melatih personil baru, atau menambah lisensi perangkat lunak baru. Cloud Computing mengubahnya menjadi berbasis kebutuhan atau bayar-sesuai-penggunaan, secara real time melalui internet, untuk meningkatkan kapabilitas IT yang ada” (www.infoworld.com). Cloud Merepresentasikan Internet Ada banyak cara untuk mendefinisikan teknologi Cloud Computing yang semuanya mengarah pada “framework” layanan berbasis internet. Diambil dari SearchCloudComputing.Com, Cloud Computing secara umum merupakan definisi dari bentuk layanan apapun yang diperoleh dari lokasi yang berada di Internet. Nama Cloud Computing juga terinspirasi dari simbol “Cloud” (Awan) yang selalu digunakan untuk merepresentasikan Internet dalam diagram alur atau diagram lainnya. Sampai dengan saat ini, Amazon, Google dan Salesforce merupakan tiga penyedia layanan yang menjadi pionir dari Cloud Computing. Beberapa perusahaan penyedia sudah benar-benar mengadaptasi teknologi ini dengan menyediakan produk layanan berbasis cloud, sementara beberapa lainnya baru sebatas gimmick pemasaran saja dengan mengatakan bahwa mereka sudah memiliki layanan tersebut karena sudah memberikan layanan IT melalui Internet. Tapi secara umum, peningkatan kebutuhan akan Cloud Computing berawal dari satu alasan: teknologi ini menawarkan peluang penghematan biaya yang sangat besar. Cloud Computing memiliki peluang yang sangat besar untuk melakukan efisiensi dalam bidang usaha karena melalui virtualisasi dan komputasi terdistribusi, pemantauan dan pengelolaan menjadi lebih mudah dan dengan biaya yang lebih efektif. Teknologi baru ini dipastikan dapat memberikan kontribusi yang sangat besar pada perkembangan industri dunia. Berdasarkan penelitian pada tahun 2009, beberapa perusahaan kecil telah terbukti berhasil menghemat biaya IT hingga 18% ditambah penghematan kebutuhan energy untuk pusat data mereka sampai dengan 16% (www.benzinga.com). Bagaimana Cara Kerja Teknologi Ini Bila sebelumnya layanan ko-lokasi menyediakan pilihan pada perusahaan untuk menyimpan dan menjalankan sebagian infrastruktur IT-nya di luar lokasi atau membangun secara khusus dan mengelola sendiri pusat data di dalam lokasi, Cloud Computing pada sisi yang lain bahkan menyediakan kemungkinan untuk menyewa seluruh infrastruktur IT-nya sesuai kebutuhan. Model penyewaan dalam Cloud Computing ini memungkinkan perusahaan untuk menghemat pengeluaran pada inisiasi pusat data yang umumnya sangat besar. Biaya akan sesuai dengan kebutuhan, yang mungkin baru akan meningkat sejalan dengan peningkatan kapasitas, kecepatan dan ketersediaan. Cloud Computing menyediakan cara untuk mengembangkan aplikasi dalam lingkungan virtual, di mana kapasitas komputasi, bandwidth, storage, keamanan dan kehandalan bukanlah suatu kendala. Anda bahkan tidak perlu melakukan instalasi perangkat lunak pendukung ke dalam sistem yang akan digunakan. Dalam lingkungan komputasi virtual, anda dapat melakukan development, deployment dan pengelolaan aplikasi, dengan hanya membayar untuk waktu dan kapasitas yang digunakan saja, dimana perubahan naik atau turunnya akan sesuai dengan kebutuhan atau perkembangan bisnis. Layanan Cloud Computing secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu: Infrastruktur-sebagai-layanan, Platform-sebagai-layanan dan Perangkat-Lunak-sebagai- layanan. Karena penyedia layanan menyimpan aplikasi dan juga data, pengguna bebas menggunakan layanan ini dari manapun menggunakan fasilitas remote server. Dari sini terlihat bahwa model layanan komputasi sudah menjadi siklus tertutup: dari terpusat menjadi desktop, dan sekarang kembali ke terpusat. “Saya melihat banyak orang membangun Arsitektur-Berorientasi-Layanan di dalam Cloud dan tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan Cloud Computing” (David Linthicum, penulis buku “Cloud Computing and SOA Convergence in Your Enterprise”). Sesuatu Yang Besar Berikutnya!Cloud Computing menjanjikan untuk menjadi gelombang besar selanjutnya dalam demokratisasi komputasi” (Dan Reed, direktur dari Microsoft’s Cloud Computing Futures). Implementasi Cloud Computing di beberapa negara sudah dimulai pada tahun 2007. Di Singapura, khususnya di sektor pemerintahan, peluang dari Cloud Computing sudah mulai terlihat sejak tahun 2008 di mana Infocomm Development Authority of Singapore (IDA) membentuk tim yang beranggotakan Yahoo, HP dan INTEL untuk melakukan riset yang dinamakan: Open Cirrus Cloud Computing Testbed. Di Vietnam, beberapa portal layanan publik dibangun menggunakan infrastruktur Cloud Computing sejak tahun 2007, oleh IBM dan Kementrian Sains dan Teknologi. International Data Corporation dalam salah satu laporannya membuat estimasi bahwa hanya 5 persen dari perusahaan di India sudah mengadaptasi Cloud Computing. Namun, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa 40 persen lainnya sedang bersiap untuk mengadaptasi layanan berbasis Cloud. Melalui tren ini, kita dapat memprediksi bahwa masa depan standar teknologi akan jauh lebih sederhana melalui pertumbuhan layanan berbasis Cloud, dan hal itu sekaligus akan menjadikan kehidupan dunia bisnis dan konsumen menjadi lebih mudah. Selanjutnya, layanan Cloud akan terus berkembang, yang mungkin lebih cepat dari prediksi kebanyakan orang, khususnya di Indonesia. Teknologi akan segera menjadi kenyataannya, dan akan memaksa profesional dalam bidang IT untuk segera mengapdatasi teknologi ini. Apa Yang Harus Diperhatikan? Setelah mengeksplorasi Teknologi Cloud, kita mungkin langsung berpikir untuk mengimplementasi Layanan berbasis Cloud di perusahaan. Tapi sebenarnya apa yang harus diperhatikan? Pertama, pelajari perjanjian dari sistem layanan berbasis Cloud. Pastikan bahwa semua proses menjadi sederhana, dapat digunakan berulang-ulang dan akan memberi nilai tambah pada bisnis anda. Kedua, harus diidentifikasi terlebih dahulu layanan mana yang akan diletakkan ke dalam Cloud dan mana yang harus diletakkan di internal. Ini merupakan hal yang sangat penting, dengan cara mengelompokkan bisnis utama menjadi beberapa elemen, kemudian mengkaitkannya dengan risiko pada penggunaan layanan Cloud. Tahap Terakhir, harus juga dipikirkan strategi sourcing yang paling murah, tetapi memiliki skalabiliti dan fleksibilitas yang dapat mengikuti perkembangan bisnis. Hal ini juga termasuk pertimbangan atas kepemilikan data, proteksi, mobilitas, dan terutama yang terkait dengan aspek legal pada kontrak pekerjaan IT konvensional. Sumber: Cloud Computing The Next Big Thing”, inspire Magazine – BiZNET, Januari 201

This content is restricted to site members. If you are an existing user, please login. New users may register below.

New Users Registration

Choose a Username*
 
Email:*
 
    
  * Required field
  Powered by WP-Members

Leave a Reply

*

Switch to our mobile site